Tampilkan postingan dengan label Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Desember 2014

Desa Berugenjang Siapkan Website untuk Komunikasikan Program

KUDUS – Pemerintah Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, saat ini tengah menyiapkan website resmi. Web tersebut akan dimanfaatkan sebagai sarana publikasi program kerja demi transparansi program. Selain itu, laman di internet tersebut juga akan digunakan sebagai sarana komunikasi dari pemerintah desa dengan warganya.

”Saat ini masih disusun. Kami ingin web-nya nanti bisa menjadi sarana komunikasi bersama warga. Karena saat ini warga kami banyak yang menggunakan internet,” tutur Kepala Desa Berugenjang, Kiswo, kepada Koran Muria, kemarin.

Dia mengatakan, situs yang akan dibuat akan menggunakan domain milik Pandi, yakni domain desa.id. Domain tersebut merupakan nama resmi untuk pemerintah desa. Untuk mendaftarkun, harus mengajukan surat resmi kepada Pandi, sebagai pemegang otoritas domain id di Indonesia.

”Banyak warga kami yang bekerja di luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri. Dengan website ini, semoga juga bisa menjadi pengobat rindu kampung halaman. Karena, rencananya kami tidak hanya akan memuat program kerja, namun juga kami lengkapi dengan banyak foto terkini,” ujarnya. (Suwoko)

Sumber: Koran Muria
Baca selengkapnya

Kamis, 25 Desember 2014

Ruang Terbuka Hijau di Kudus Harus Lebih Banyak Lagi

Kabupaten Kudus merupakan kabupaten terkecil di Jawa Tengah yang penuh dengan industri. Hampir semua industrinya sangat maju dan membanggakan. Dari industri-industri itulah banyak menyerap tenaga kerja. Namun, dengan keberadaan industri yang semakin tumbuh dan menjamur itu, memakan banyak lahan. Adanya pertumbuhan industri, sebaiknya diimbangi dengan ruang terbuka hijau yang cukup.

Kiswo, Kepala Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan mengatakan, bahwa masyarakat Kudus saat ini sudah banyak meninggalkan budaya mereka, yaitu mengedepankan budaya gotong royong. Semua itu berbanding lurus pada saat Kota Kudus belum banyak mengenal industri. Dengan aktifitas bekerja yang sangat luar biasa padatnya.

Selain itu, kata dia, pemberdayaan masyarakat juga harus dikembangkan. Sehingga timbul sebuah kemampuan masyarakat mandiri dalam segala sektor. Menurutnya, sumber daya manusia (SDM) di Kudus sangat baik dan maju. Namun dari situ, harus muncul pemberdayaan yang tepat sasaran dan guna. Sehingga memunculkan ideologi yang kuat.

”Tidak dapat dipungkiri, saat ini masyarakat sangat bersaing untuk mendapatkan semua yang dibutuhkan. Dari sini, muncul masyarakat yang homogen. Apabila masyarakat menjadi homogen dan nilai-nilai budaya gotong royong mulai ditinggalkan. Maka masyarakat akan kehilangan etika moral,” paparnya.
Dengan banyaknya perusahaan industri. Ditambah dengan daya beli masyarakat yang tinggi, sehingga menimbulkan sebuah perputaran uang yang tinggi pula. Ini menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya kemajuan pesat di Kudus.

Selain itu, faktor kreativitas masyarakat dalam mengembangkan usahanya juga menjadi pendorong kemajuan di Kota Kudus. ”Banyak pengusaha yang menjadi kebanggaan Kota Kudus. Semuanya mempunyai konsep usaha yang sangat baik,” ujarnya.

Menurutnya, birokrasi yang ada juga sudah baik. Sudah ada peningkatan dari tahun ketahun. Misalnya diperlihatkan dengan pembangunan jalan, pelayanan masyarakat yang mulai maksimal. Namun, sebagai salah satu perangkat desa, dirinya tidak akan puas sampai di sini.

”Saya tidak akan berhenti untuk membuat kota saya tercinta ini, untuk selalu menjadi kebanggan. Saya harus memulai dari diri sendiri, dengan bekerja lebih giat. Tidak hanya itu, saya harus membuat kota ini semakin maju, terutama di desa-desa. Seperti desa saya Berugenjang,” tuturnya.

Dia menambahkan, meski Kudus adalah kota kecil dengan banyak industri, namun semuanya sudah ditata dengan baik dan rapi. Tidak ada kesemrawutan dalam penataan kota. Ini dapat dilihat dari tata letak tempat, bagi industri dengan skala besar.

Namun baginya, dari semua itu harus ada keseimbangan yang baik di antara alam dan industri. Industri yang ada, haruslah mengedepankan alam secara berkesinambungan. ”Alam harus dijaga, tidak bisa asal mengabaikan alam. Bahwa ruang terbuka hijau itu sangat penting untuk diperhatikan. Tidak bisa semerta-merta meninggalkan fungsi alam,” katanya.

Banyak faktor yang membuat banyak lahan warga dijual dan perlahan kota ini kehilangan lahan, yang digunakan sebagai lahan terbuka hijau. Salah satunya adalah faktor ekonomi warga. Dia menjelaskan, faktor ekonomi ini menjadi yang utama. Dikarenakan masyarakat sangat membutuhkan uang dan adanya kesempatan.

”Kesempatan yang dimaksud adalah, saat lahan tidur yang terletak di pinggir jalan. Hal itu akan dilirik oleh para pengembang usaha, karena letaknya yang besebelahan dengan badan jalan. Sehingga pelaku industri akan berupaya untuk membeli lahan tersebut, untuk dijadikan pabrik atau kawasan industri,” jelasnya.

Dia berharap, untuk dewan yang baru, bisa lebih mengalakan pembuatan ruang terbuka hijau. Yang sangat bayak manfaatnya bagi masyrakat bahkan untuk kesinambungan dengan alam itu sendiri.

Selain itu, dia berharap untuk para abdi negara selalu mengedepankan kepentingan masyarakat umum. ”Ini bukan hanya harapan saya, namun juga seluruh masyarakat tentunya. Mengenai ruang terbuka hijau harus lebih lagi dicanangkan sebagi program kerja dan memberdayakan lahan tidur, untuk ruang terbuka hijau. Dan yang satu lagi, bagi seluruh pelayan masyarakat harus lebih mengedepankan kepentingan umum termasuk saya,” tutup Kiswo. (Wahyu Kristianto/ Titis Ayu)

Sumber: Murianews.com
Baca selengkapnya

Pemerintah Desa Berugenjang Perbaiki Sistem Administrasi Desa via Komputerisasi

Di era sistem teknologi komunikasi saat ini, semua kalangan dituntut untuk bisa memanfaatkan teknologi untuk memudahkan tugas-tugas kehidupan sehari-hari, termasuk untuk administrasi di tingkat pemerintahan desa. Dengan sistem komputerisasi, administrasi desa bisa ditata secara baik, dan memudahkan perangkat desa untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Hal tersebut dinyatakan Kepala Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, Kiswo. Kepada Koran Muria dia menyatakan, di awal kepemimpinannya saat ini, dirinya ingin merubah sistem tata kelola administrasi menggunakan komputer. Dia mengaku ingin memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai alat untuk memajukan desanya.

”Saat ini, dengan sistem komputerisasi, semuanya bisa dilakukan. Terlebih untuk urusan administrasi yang membutuhkan pendataan secara terstruktur. Baik itu terkait kependudukan, keuangan, dan lain sebagainya. Dengan kecanggihan sebuah sistem yang ditanam di komputer, semuanya bisa dilakukan secara mudah,” ujar Kiswo, lulusan S1 Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen, Universitas Muria Kudus (UMK).

Pada tahap awal ini, katanya, dirinya akan menggunakan software yang bisa menyimpan data base kependudukan di desanya. Seluruh data penduduk, baik nama, tanggal lahir, hingga foto, akan tersimpan secara virtual di dalam sebuah server yang disiapkan. Dengan software tersebut pelayanan terkait administrasi kependudukan yang dibutuhkan masyarakat bisa secara cepat dilakukan.

”Misalnya jika ada warga yang meminta perubahan KK (kartu keluarga). Dengan software ini, kami bisa membuat surat perubahan KK dengan sekali klik. Tidak butuh waktu lama, hanya satu menit surat tersebut sudah jadi,” ujarnya.

Selain terkait data kependudukan, dirinya juga tengah menyiapkan sebuah software untuk administrasi keuangan dan topografi desa. Dengan alat tersebut, dia beserta perangkatnya bisa mengecek seluruh data keuangan di pemerintah desa setempat. Dengan begitu, dia bisa secara mudah bisa melakukan perencanaan keuangan untuk pembangunan di desanya.

”Apalagi, pada tahun depan penerapan Undang-Undang tentang Desa mulai diberlakukan. Kami harus siap dengan perangkat yang dibutuhka. Dana yang akan digelontorkan pemerintah pusat sangat besar. Kalau tidak didukung dengan peralatan yang memadahi, kami bisa keteteran,” kata Kiswo.

Selain itu, untuk meningkatkan potensi desa yang dimiliki, dirinya juga tengah menyiapkan materi untuk sebuah web yang akan segera diluncurkan. Dengan laman khusus tersebut, dia berharap masyarakat di Kudus khususnya, bisa melihat Desa Berugenjang secara online. Dengan laman tersebut, dia juga ingin mulai menerapkan pemerintahan yang transparan, dengan mempublikasikan segala kebijakan. (Suwoko)

Sumber: Murianews.com
Baca selengkapnya